BERAKHIR
KETIKA MASIH ADA CINTA
Karya:
Hardianto
Memiliki teman kerja yang baik adalah sebuah keinginan
setiap orang. Suasana tempat kerja menjadi nyaman dan tidak membosankan. Itulah
yang dirasakan Haru di tempat kerjanya. Setelah dia memiliki teman kerja yang
menarik dan nyaman di kantornya. Semua berawal dari hadirnya karyawati baru di
perusahaanya.
Dihari pertama karyawati bekerja di perusahaan tempat Haru bekerja.
Waktu telah menunjukan pukul 10.15 WIB, tamu yang ditunggu semua karyawan telah
tiba. Datanglah serombongan pengantar karyawati pindahan itu. Haru dan teman-
teman selaku tuan rumah menyambut hangat kedatangan tamu itu.
Prosesi serah terima karyawati baru itu berjalan hangat penuh rasa kekeluargaan, hingga pada
saatnya sang karyawati baru tersebut memperkenalkan diri. “ Assalamu’alaikum
hadirin semua, nama saya Bunga. Saya lahir pada tahun 1988, di kota ini juga” semua
mata tertuju pada dirinya, Bunga meneruskan perkenalan dirinya.
Haru bergumam “ emm dia cantik juga ya!” tatap matanya
tak lepas dari wajah bunga, meski bunga
tak menyadari ada yang terus menatapnya. Waktu terus berjalan, sudah waktunya
bunga berjabatan tangan dengan Bos dan semua karyawan. Satu persatu Bunga
menyalami orang yang ada di ruangan itu. Giliranpun tiba, saatnya Bunga berjabat tangan dengan
Haru. Dengan sedikit tersipu malu Bunga berjabatan tangan dengan Haru. “ Hai,
namaku Bunga,,,” dan Harupun
menjawab “aku Haru, senang berkenalan
denganmu” tanpa sadar tangan Haru terus menggenggam erat tangan Bunga. Sampai
tersadar beberapa pasang mata memperhatikan hal itu.
Keesokan harinya Bunga masuk kantor lebih awal, maklum
saja dia karyawan baru di perusahaan ini. Dia harus menunjukan dedikasi yang
tinggi kepada Bos. Haru berangkat lebih siang dari pada Bunga. Seperti biasa,
setiap datang di pagi hari budaya di kantor kita adalah berjabat tangan kepada
semua yang ada, untuk mempererat hubungan antar karyawan. Haru mendatangi Bunga
yang duduknya kebetulan tak jauh darinya. “ Hai Bunga, apa kabar” bunga
menjawab dengan tersipu malu “ hai juga mas, kabar baik….Mas Haru sehat?”
Haru menjawab pertanyaan Bunga dengan penuh semangat. “ sehat dong,
ceria pula nih! “ “Cie cieeee ceria nih”
dengan sok akrab bunga berkementar.
Haru dan bunga sangat cepat akrab, mereka saling
bercengkrama di sela- sela kerjanya. Tidak ada lagi rasa canggung pada mereka
berdua. Mereka sering terlihat bersama dalam bekerja ataupun di saat waktu
luang. Tak segan bunga membantu menyelesaikan pekerjaan Haru apabila melihatnya
dalam kesulitan, begitu juga sebaliknya.
Mereka semakin akrab, tak sekedar teman kerja. Ada kedekatan diantara mereka.
Meskipun mereka sama- sama telah memiliki pendamping hidup. Mereka tak sadar,
telah terjebak dalam kisah terlarang.
Semalaman
Haru susah tidur, dia memiliki kabar gembira tentang karirnya dalam perusahaan.
Dia akan diangkat menjadi karyawan tetap, sebab selama ini hanya sebagai karyawan
magang. Pagi itu tiba, Haru sengaja berangkat lebih awal untuk menjadi orang
pertama yang bertemu Bunga. Haru
menunggu di ruang kantor itu, berharap segera bertemu dengan Bunga teman
specialnya. Yang di tunggupun tiba, Bunga memasuki ruang kantor, dengan cepat
Haru menarik tangan Bunga, mengajak berjabat tangan dan memeluknya erat, sambil
berbisik “terimakasih Bunga”. Bunga
hanya terdiam, seakan tak percaya yang dilakukan Haru padanya. Tak lupa Haru
mencium kening Bunga, dan menatap matanya dalam- dalam sebagai ungkapan suka
citanya. Bungapun tak menolak perlakuan Haru, hanya diam tersipu malu.
Semua telah terjadi, spontan dan mengalir begitu saja.
Entah disengaja ataupun tidak semua
berlangsung tanpa suatu rencana. Mungkin indah dirasa oleh Haru, tapi tak tahu
apa yang dirasakan oleh Bunga. Mungkinkah bahagia atau malah marah? Ekpresi
wajahnya tak terlihat maknanya. Haru tak
peduli, yang dia tau sekedar mengekspresikan apa yang dia rasa dan nyatanya
Bungapun tak pernah menolaknya.





