Friday, 30 September 2022

MELATI CINTAKU

MELATI CINTAKU 

Cinta adalah sebuah rasa di hati, yang bisa dirasakan bagi yang mengalaminya. Cinta itu nyata adanya kadang bisa membuat kita menangis, tertawa, marah dan kadang kecewa.

Begitu pula yang zaky rasakan saat itu. Ada rasa kangen apabila tak melihat wajah Melati, ada yang hilang apabila tak melihat chat di halaman Facebook ataupun bbmnya. Zaky sering merasa gundah apabila satu hari saja tak mendengar kabar dari Melati.

Rasa gundah, kangen sudah semakin membuncah di ubun- ubunnya. Hingga Zaky mengajak sang pujaan hatinya untuk bertemu di kota hujan tempat tinggalnya. Dengan rasa rindu yang menggunung Zaky berangkat menuju kota hujan. Perjalanan dari kota Zaky ke kota hujan dirasakan begitu lama. Tak sabar zaky ingin sampai disana, terbayang merona wajah sang pujaan hati akan menyambutnya.

Dipagi yang cerah itu, bus yang di tumpangi Zaky sampai di terminal Baranangsiang. Dengan penuh semangat Zaky menuju toilet di pojok terminal untuk membersihkan tubuh dan berganti pakaian. Dengan wajah berseri- seri Zaky menuju depan terminal, untuk menunggu sang Melati pujaan hati. Di tatapnya setiap angkutan kota yang berhenti, berharap sang Melati pujaan hati datang. Beberapa angkutan sudah berlalu, tak ada Melati turun menghampiri. Resah, gundah berkecamuk di dalam hati, Hingga ada angkutan kota yang berhenti beberapa meter darinya dan menurunkan sesosok perempuan berambut panjang, dengan rambut basah nan berseri- seri.

Jantung Zaky berdebar keras, seakan tak percaya sosok yang menghapirinya. Dengan sedikit gematar Zaky berkata “ Hai nda” panggilan sayang Zaky kepada Melati. Dengan senyum manis Melatipun menjawab sapaan Zaky, “ hai mas, sudah dari tadi? “ Lalu Melatipun mengajak Zaky untuk naik Angkutan kota mencari Hotel tempat Zaky akan menginap. Kebetulan di angkutan kota cukup sepi, hanya ada Zaky, melati dan sopir, sehingga dengan leluasa Zaky bisa menikmati setiap jengkal paras cantik pujaan hatinya. Sampai- sampai Melati tersipu malu dibuatnya. “ Udah mas, jangan memandangiku terus, aku jadi malu ikh”, dengan logat Sundanya. Namun Zaky tetap menatap wajahnya, seakan akan menelan wajah cantik itu.

“Berhenti depan mang!” ucap melati kepada sopir angkutan. “ Kita sudah sampai mas” melati mengajak Zaky turun dari angkutan kota itu. Dengan beriringan Zaky dan Melati menuju loby hotel untuk Chek in dan sekaligus memesan makanan untuk sarapan pagi. Merekapun bergegas menuju kamar yang telah disewanya.

Sesampai di dalam kamar, Zaky menggenggam erat tangan Melati. Mereka saling bertatapan melepaskan rindu yang selama ini terpendam. Zaky dan Melatipun makan bersama, di selangi dengan canda tawa. Pertemuan itu terasa begitu istimewa bagi Zaky, karena selama ini Zaky dan Melati hanya berhubungan lewat bbm dan telephon saja.

Waktu itu terasa begitu indah, detik- detik jam begitu cepat berputar. Rasanya masih belum puas mereka bercerita tentang hidup mereka masing- masing, hingga suara handphon Melati berbunyi. Dia mulai sibuk dengan bbmnya. Tak berapa lama Melatipun berpamitan. “ Mas saya pulang dulu ya, nanti saya kabari lagi. Dengan sedikit cemberut Zakypun menjawab “ jangan dulu pulang dong, aku kan masih ingin bersamamu!” Namun melati bersikeras untuk mengahiri pertemuan itu.

Dengan wajah lesu Zaky mengantar sampai pinggir jalan, menunggu sang pujaan hati naik angkutan kota menuju rumahnya. Di tatapnya dalam- dalam orang yang sangat dia cinta. Seakan enggan melepaskan dia pergi untuk kembali kerumahnya. “ Mas saya pulang dulu ya” Melati berpamitan bergegas  naik ke angkutan itu. Dengan wajah lesu Zaky melambaikan tangan tanda perpisahan.

Dengan langkah gontai, Zaky kembali ke kamar. Diendus setiap jengkal kamar, seakan berusaha menemukan Melati di sisi lain kamar itu. Harum parfumnya masih terasa. Zaky mengabil handphon di meja. Berusaha di lihatnya lagi foto- foto Melati yang sempat di ambilnya. “ ndaaaaaa….aku masih kangen” gumamnya memanggil nama kesayangan Melati.

Hari kian cepat berlalu,,Zaky masih berharap ada pertemuan kembali setelah itu. Zakypun mengirim pesan bbm,  “nda, aku masih kangen nih, bisakah kita ketemu lagi? Pesannya tak kunjung di balas, Zaky masih berpikir positif, mungkin Melati masih sibuk dengan keluarganya. Tanpa putus asa Zaky mengirim bbm berulang kali, namun jawaban yang dia harap tak kunjung di dapat.

Waktu semakin sore, sudah waktunya Zaky harus keluar dari hotel, untuk sekedar mengelilingi indanya kota hujan. Namun Zaky sudah tidak bersemangat lagi seperti pagi tadi. Tak ada lagi penyemangat untuknya bertahan lama di kota hujan.

Dia berpikir untuk segera pulang ke kotanya. Tiada lagi yang dapat dia lakukan. Yang dia cinta telah kembali kepada keluarganya, Melati hanya memberikan kebahagiaan sesaat saja. Keindahan yang dilalui bersama Melati  hanya sekejap mata.

Zaky masih tetap berharap bisa mencintai Melati, meskipun dia tau terlalu berat halangan untuk bisa saling memilikinya. Cinta Zaky tulus pada Melati, meski kadang merasakan merana dan sakit hati karenanya.

 

 

Karya : Hardianto

1 comment:

Anonymous said...

kisah yang menarik

MENYERAH PASRAH

MENYERAH  PASRAH Maafkan aku… Harus menyerah dan pasrah Sekian lama kucoba untuk bertahan, namun aku semakin lara Maafkan aku…. Harus menyer...