MELATI CINTAKU
Cinta adalah sebuah rasa di hati, yang bisa
dirasakan bagi yang mengalaminya. Cinta itu nyata adanya kadang bisa membuat
kita menangis, tertawa, marah dan kadang kecewa.
Begitu pula yang zaky rasakan saat itu. Ada rasa
kangen apabila tak melihat wajah Melati, ada yang hilang apabila tak melihat
chat di halaman Facebook ataupun bbmnya. Zaky sering merasa gundah apabila satu
hari saja tak mendengar kabar dari Melati.
Rasa gundah, kangen sudah semakin membuncah di
ubun- ubunnya. Hingga Zaky mengajak sang pujaan hatinya untuk bertemu di kota
hujan tempat tinggalnya. Dengan rasa rindu yang menggunung Zaky berangkat
menuju kota hujan. Perjalanan dari kota Zaky ke kota hujan dirasakan begitu
lama. Tak sabar zaky ingin sampai disana, terbayang merona wajah sang pujaan
hati akan menyambutnya.
Dipagi yang cerah itu, bus yang di tumpangi Zaky
sampai di terminal Baranangsiang. Dengan penuh semangat Zaky menuju toilet di
pojok terminal untuk membersihkan tubuh dan berganti pakaian. Dengan wajah
berseri- seri Zaky menuju depan terminal, untuk menunggu sang Melati pujaan
hati. Di tatapnya setiap angkutan kota yang berhenti, berharap sang Melati
pujaan hati datang. Beberapa angkutan sudah berlalu, tak ada Melati turun
menghampiri. Resah, gundah berkecamuk di dalam hati, Hingga ada angkutan kota
yang berhenti beberapa meter darinya dan menurunkan sesosok perempuan berambut
panjang, dengan rambut basah nan berseri- seri.
Jantung Zaky berdebar keras, seakan tak percaya
sosok yang menghapirinya. Dengan sedikit gematar Zaky berkata “ Hai nda”
panggilan sayang Zaky kepada Melati. Dengan senyum manis Melatipun menjawab
sapaan Zaky, “ hai mas, sudah dari tadi? “ Lalu Melatipun mengajak Zaky untuk
naik Angkutan kota mencari Hotel tempat Zaky akan menginap. Kebetulan di
angkutan kota cukup sepi, hanya ada Zaky, melati dan sopir, sehingga dengan
leluasa Zaky bisa menikmati setiap jengkal paras cantik pujaan hatinya. Sampai-
sampai Melati tersipu malu dibuatnya. “ Udah mas, jangan memandangiku terus,
aku jadi malu ikh”, dengan logat Sundanya. Namun Zaky tetap menatap wajahnya,
seakan akan menelan wajah cantik itu.
“Berhenti depan mang!” ucap melati kepada sopir
angkutan. “ Kita sudah sampai mas” melati mengajak Zaky turun dari angkutan
kota itu. Dengan beriringan Zaky dan Melati menuju loby hotel untuk Chek in dan
sekaligus memesan makanan untuk sarapan pagi. Merekapun bergegas menuju kamar
yang telah disewanya.
Sesampai di dalam kamar, Zaky menggenggam erat
tangan Melati. Mereka saling bertatapan melepaskan rindu yang selama ini
terpendam. Zaky dan Melatipun makan bersama, di selangi dengan canda tawa.
Pertemuan itu terasa begitu istimewa bagi Zaky, karena selama ini Zaky dan
Melati hanya berhubungan lewat bbm dan telephon saja.
Waktu itu terasa begitu indah, detik- detik jam
begitu cepat berputar. Rasanya masih belum puas mereka bercerita tentang hidup
mereka masing- masing, hingga suara handphon Melati berbunyi. Dia mulai sibuk
dengan bbmnya. Tak berapa lama Melatipun berpamitan. “ Mas saya pulang dulu ya,
nanti saya kabari lagi. Dengan sedikit cemberut Zakypun menjawab “ jangan dulu
pulang dong, aku kan masih ingin bersamamu!” Namun melati bersikeras untuk
mengahiri pertemuan itu.
Dengan wajah lesu Zaky mengantar sampai pinggir
jalan, menunggu sang pujaan hati naik angkutan kota menuju rumahnya. Di
tatapnya dalam- dalam orang yang sangat dia cinta. Seakan enggan melepaskan dia
pergi untuk kembali kerumahnya. “ Mas saya pulang dulu ya” Melati berpamitan
bergegas naik ke angkutan itu. Dengan
wajah lesu Zaky melambaikan tangan tanda perpisahan.
Dengan langkah gontai, Zaky kembali ke kamar.
Diendus setiap jengkal kamar, seakan berusaha menemukan Melati di sisi lain
kamar itu. Harum parfumnya masih terasa. Zaky mengabil handphon di meja.
Berusaha di lihatnya lagi foto- foto Melati yang sempat di ambilnya. “
ndaaaaaa….aku masih kangen” gumamnya memanggil nama kesayangan Melati.
Hari kian cepat berlalu,,Zaky masih berharap ada
pertemuan kembali setelah itu. Zakypun mengirim pesan bbm, “nda, aku masih kangen nih, bisakah kita ketemu
lagi? Pesannya tak kunjung di balas, Zaky masih berpikir positif, mungkin
Melati masih sibuk dengan keluarganya. Tanpa putus asa Zaky mengirim bbm
berulang kali, namun jawaban yang dia harap tak kunjung di dapat.
Waktu semakin sore, sudah waktunya Zaky harus
keluar dari hotel, untuk sekedar mengelilingi indanya kota hujan. Namun Zaky
sudah tidak bersemangat lagi seperti pagi tadi. Tak ada lagi penyemangat
untuknya bertahan lama di kota hujan.
Dia berpikir untuk segera pulang ke kotanya.
Tiada lagi yang dapat dia lakukan. Yang dia cinta telah kembali kepada
keluarganya, Melati hanya memberikan kebahagiaan sesaat saja. Keindahan yang
dilalui bersama Melati hanya sekejap
mata.
Zaky masih tetap berharap bisa mencintai Melati,
meskipun dia tau terlalu berat halangan untuk bisa saling memilikinya. Cinta
Zaky tulus pada Melati, meski kadang merasakan merana dan sakit hati karenanya.
Karya : Hardianto
1 comment:
kisah yang menarik
Post a Comment