Titian sempit berduri
Aku berdiri termangu sendiri
Menatap jauh kedepan
Sejauh anganku melayang
Titian ini terasa begitu sempit
Semakin ciutkan nyali lelakiku
Titian itu begitu tajam
Menikam keberanian
Menghempaskan mimpi mimpi indah
Berganti kelamnya pesimistis yang membuncah
Memecahkan kerasnya pendirian
Goyahkan idialisme jiwa tersudut dalam ketakutan
Kenapa aku diam membisu
Dan kini duduk termenung diatas titian itu
Seakan lumpuh sendi sendiku
Merangkakpun aku tak mau
Meskipun aku tahu
dudukpun aku terhempas malu
Tapi aku sebatas tahu
Tak pernah beranjak dan tetap membatu

2 comments:
ok tetap semangat berkarya...
puisinya bagus,,,lanjutkan
Post a Comment